Menu

Wanita Singapura Memilih Hidup di Bandara Dibanding di Apartemen Miliknya

0 Comment


Meski punya sebuah apartemen, seseorang wanita di Singapura jadi menentukan tinggal pada bandara selama delapan tahun. Bagi perempuan enggan disebutkan namanya itu, Bandara Changi Singapura seakan sudah jadi tempat tinggal sementaranya.

Padahal, perempuan   berusia 50 tahun itu mengaku sebetulnya punya sebuah apartemen menggunakan tiga kamar tidur di kawasan Tampines, Singapura. tetapi, dampak krisis finansial dialaminya, perempuan berikut terpaksa mengontrakkan apartemennya hingga hingga ketika ini. beliau lantas menetapkan untuk hijrah ke bandara terbesar di Asia Tenggara itu.

Bandara Singapura

Awalnya, wanita berikut merencanakan untuk tinggal selama sebagian malam saja, namun tidak merasa sudah delapan tahun dia hidup pada sana. sekarang, wanita itu telah biasa menyeret keperluan pribadinya, mirip baju, perlengkapan mandi, serta kuliner, menggunakan troli bandara.

Menurutnya, hayati pada bandara itu cukup nyaman, dikarenakan ada supermarket serta food court, serta jua kawasan mandi, AC, dan  wi-fi perdeo.

asal hasil mengontrakkan apartemen singapura bagus yang dimilikinya, ia mendapat pemasukan lebih kurang Rp 9 juta serta mengaku sebetulnya sudah relatif mapan secara finansial.

namun, wanita berikut berharap dirinya mampu punya rumah pengganti apartemennya itu.

“aku  bermaksud bisa menjajakan apartemen aku  serta merogoh unit lebih mungil, setidaknya yang punya dua kamar tidur,” kata wanita itu.

Tinggal pada bandara sebetulnya artinya hal yang ilegal buat dilakukan.

namun, Bandara Changi yang juga merupakan salah satu tempat wisata di singapura : tempatwisata.biz.id menjelaskan pihaknya bisa sebaik barangkali melacak cara buat membantu wanita tersebut.

“Kami dapat bekerjasama menggunakan Kementerian Sosial serta Perencanaan keluarga serta Badan Pelayanan famili untuk membantunya,” demikian pernyataan Bandara Changi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *